Apa itu virus Corona

Sekarang ini, dunia di hebohkan dan di landa kekhawatiran oleh virus bernama Corona. Bagaimana tidak?  sejak ditemukannya kasus wabah Corona di Tiongkok pada sekitar bulan Nopember - Desember 2019, Lembaga WHO (World Health Organization) sebagai Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 (Coronavirus Desease 2019) merupakan pandemi yang telah merenggut nyawa ribuan orang di seluruh dunia yang terjangkit oleh nya.

Virus Corona adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Semua kejadian di dunia ini, apapun itu, pasti ada hikmah di balik semua itu. Betapa tidak, kemajuan tekhnologi dan sains manusia, dengan segala kecanggihan dan keangkuhannya, sekarang harus bertekuk lutut di bawah kaki makhluk Allah bernama " Corona". Makhluk kecil tersebut dengan leluasa mengobrak abrik segala sendi kehidupan sebagian besar dunia. Lalu apa sih sebenarnya virus corona tersebut?

Virus corona adalah keluarga penyebab penyakit (patogen). Sama dengan SARS-CoV pada 2002 dan MERS-CoV di 2012. WHO memberi nama 2019-nCoV untuk virus corona ini. Lalu Komisi Kesehatan Nasional China menyebutnya sebagai Novel Coronavirus Pneumonia (NCP). Sedangkan para ahli kemudian memberi nama virus ini sebagai SARS-CoV-2. Dan penyakit yang disebabkan infeksi virus corona SARS-CoV-2 disebut COVID-19. Istilah COVID-19 adalah kependekan dari corona virus disease 19, yang kemudian menjadi nama resmi virus corona.

Virus corona secara umum berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Corona adalah bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota dalam bahasa Indonesia, sesuai dengan bentuk nya yang menyerupai mahkota. Bentuk mahkota berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus. Protein S ini mirip anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S inilah yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan.

Virus corona atau COVID-19 dapat menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona. Penyakit dapat dengan mudah menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.

Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Cara penyebaran Virus corona ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona.

Menurut Dr.dr.H.Delyuzar Haris, Sp.PA (K), ahli patologi anatomi FK USU, ada beberapa point terkait Corona :

1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingga mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan sterilizer berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

6.Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehingga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan. Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.

7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar leher dalam dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.

Sebagai informasi, per 25 Maret 2020 kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) bertambah menjadi 790 orang. Pasien yang meninggal bertambah 3 orang sehingga menjadi 58 jiwa. Sementara pasien yang sembuh hanya bertambah 1 orang menjadi 31 orang. 

Di tingkat global per 25 Maret 2020, kasus positif Covid-19 sejumlah 425.059 orang. Jumlah yang sembuh sebanyak 109.225 orang, sedangkan yang meninggal sebanyak 18.944. Adapun pasien yang dirawat mayoritas memiliki kondisi kesehatan yang baik, yaitu sebanyak 283.761 memiliki gejala ringan. Pasien yang mengalami kondisi kritis hanya 13.129 orang. 

Dari berbagai sumber

(Visited 21 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *