Law of Attraction Dalam Islam

Law of Attraction secara harfiah bermakna hukum tarik-menarik. Bisa dikatakan hukum ini menyatakan bahwa apa-apa yang kita pikirkan secara positif maupun negatif akan terealisasi di dalam hidup kita.

Law of Attraction dapat didefinisikan juga sebagai berikut “Segala sesuatu yang Anda pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran Anda, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke dalam kehidupan Anda”.

Konsep dari  Law of Attraction telah digunakan oleh banyak orang sukses dalam kehidupan mereka selama ini. Bahkan, sejak 14 abad yang lalu, Islam telah mengajarkan hal yang sama untuk disebarluaskan agar manusia mendapatkan rahmat Allah yang begitu luas. Selaras dengan  Firman Allah dalam hadits qudsi 

“Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkan” (HR Ahmad)

serta Firman Allah SWT :

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. QS Al Mukmin: 60

Apapun yang kita sangka dan yakini dalam benak kita akan direalisasikan oleh Allah. Jika Anda meyakini bahwa Anda akan berhasil maka in shaa Allah akan berhasil, dan jika Anda risau bahwa Anda gagal maka in shaa Allah Anda juga akan gagal. Al-Quran telah memaparkan Hukum Tarik-Menarik dengan gamblang. Coba kita perhatikan salah satu ayat berikut ini: 

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya’dia akan melihat (balasan)nya. Dan,  barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,”   (QS Az-Zalzalah [99]: 7-8).

Ayat di atas semakin memperkuat kita bahwa Hukum Ketertarikan telah ada sejak Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Renungkan, selami, dan hayati maksud ayat di atas: kebaikan akan berbalas kebaikan, keburukan akan berbalas keburukan. Betapa Allah telah mengingatkan kita untuk selalu berpikir positif (kebaikan) dan memancarkan kebaikan itu pada orang-orang sekitar kita. Hasilnya, orang-orang sekitar kita atau alam semesta akan memberikan pula kebaikannya pada diri kita. Kebaikan dibalas kebaikan.

Allah senantiasa menganjurkan kita supaya berlomba-lomba menebarkan kebaikan (fastabiqul khairot). Allah sangat melarang kita berbuat kekasaran (sayyiaat) dan kerusakan (fasaad). Bahkan, kepada orang yang selalu berbuat jahat, kita pun harus bersikap baik padanya.

Misalnya, kita diperintahkan melawan kejahatan “dengan Cara yang lebih baik” (Al-Mu’minun [23]: 96; Fushshilat [41]: 34), berdebat “dengan cara yang baik” (An-Nahl [16J: 125). Setiap detik kehidupan, kita diarahkan untuk memancarkan cahaya kebaikan dan merembetkan getaran kebajikan ke alam semesta.

Untuk menjalankan Law Of Attraction (Hukum Tarik-menarik) secara sadar ada tiga langkah praktis: Kenali hasrat keinginan anda, berikan perhatian pada hasrat, dan biarkan hasrat itu menjelma menjadi nyata.

Pertama Kenali Hasrat Anda

Sepertinya mudah, kenyataannya sebagian besar orang tidak mengerti apa yang mereka inginkan, tetapi sangat pandai menyebutkan banyak hal yang tidak mereka inginkan.

Allah berfirman dalam hadits Qudsi:

Artinya: Aku bersama sangkaan hamba Ku pada Ku, maka hendaklah ia berprasangka dengan Ku apa yang ia inginkan  (HR:Thobarani wal hakam).

Kedua Berikan Perhatian pada Hasrat Keinginan Anda.

Hukum Tarik-menarik akan mendatangkan sesuatu yang anda berikan segenap perhatian, energi, dan fokus. Jika fokus pada hal-hal yang buruk akan mendapatkan sesuatu yang buruk, jika fokus pada hal-hal yang baik maka kita akan mendapatkan kebaikan.

Untuk bisa fokus pada hal-hal yang baik dapat dilatih dengan cara memilih kata-kata yang tepat, yaitu kata-kata atau kalimat yang menimbulkan perasaan positif. Setiap kata yang indah akan memberikan perasaan positif, dan sebaliknya kata yang buruk akan melahirkan perasaan tidak nyaman atau negatif. Karena itu dalam setiap kesempatan pilihlah selalu kata-kata yang indah, jika tidak bisa lebih baik diam.

Rasulullah bersabda:

 

” Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata baik atau diam ” (HR Muslim).

Jika Anda memilih kata-kata yang baik, maka Anda akan mendapatkan dua hikmah, yang pertama adalah Anda dapat pahala karena mengikuti perintah Rosulullah, yang kedua in Shaa Allah Anda dapat hikmah bahwa berkata baik menimbulkan perasaan positif. Dan perasaan positif, menurut Losier, adalah cara memberikan perhatian kepada hasrat Anda yang baik-baik.

Ketiga Biarkan Hasrat itu menjelma nyata. 

Cepat lambatnya hasrat terwujut sangat tergantung dengan keihlasan anda membiarkan hasrat itu menjelma nyata (baca: berserah diri). Ini merupakan tahap yang paling penting & menentukan.

……………… dan barangsiapa yang bertawakkal (baca:berserah diri) kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS Attalaq :3).

Wallahu A lam 
Dari berbagi sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *