Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan. Tentu nya bagi seluruh umat Islam di dunia bulan ini waktu nya memperbanyak ibadah dan  memperbaiki diri, salah satu nya adalah dengan menjalankan ibadah puasa. Tapi tahukah sobat apa yang terjadi dengan tubuh kita saat kita berpuasa?

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh saat berpuasa akan berbeda-beda, tergantung dari lamanya kita berpuasa. Secara teknis, tubuh baru masuk ke “fase puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, di mana usus selesai menyerap berbagai macam nutrisi dari makanan.

Di kutip dari halodoc, berikut fase - fase tubuh ketika kita berpuasa sebulan penuh :

  • Pada 1–2 hari pertama

Kadar gula, tekanan darah, dan denyut jantung akan menurun. Tubuh akan mulai menggunakan cadangan gula yang tersimpan di hati dan otot untuk menghasilkan energi. Kondisi inilah yang menyebabkan kita mungkin akan merasa lapar, pusing dan lemas pada hari-hari pertama puasa.

  • Periode 3–7 hari,

Karena tidak ada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Aktivitas sel darah putih dan sistem imun mulai meningkat. Selain itu sistem pencernaan pun bisa beristirahat, sehingga seluruh energi bisa digunakan untuk pembersihan dan penyembuhan. 

  • Periode 8–15 hari.

Terjadi penyembuhan secara alami oleh tubuh dikarenakan tubuh melakukan detoksifikasi secara efisien. Memasuki minggu kedua puasa, kita akan merasa lebih enerjik dan pikiran terasa lebih jernih dan baik karena tubuh kita juga sudah tidak terasa lemas lagi

  • Dan pada 16–30 hari.

Tubuh berhasil beradaptasi pada keadaan puasa, konsentrasi dan daya ingat kamu akan meningkat, dan emosi lebih stabil. Ketika proses detoksifikasi selesai, tubuh bisa bekerja lebih maksimal dalam mengganti jaringan yang rusak.

Tips Puasa Di Tengah Pandemi

Di situasi sekarang ini, kita harus melangsungkan puasa di tengah pandemi COVID-19. Dengan di rumah saja dan tidak memiliki banyak kegiatan, membuat tubuh menjadi lemas dan waktu menjadi terasa lebih lama. Jadi, selama pandemi Corona COVID-19 ini, pastikan asupan gizi cukup sehingga kuat menunggu berbuka puasa dan kembali berpuasa di keesokan harinya. Sebaiknya pilih makanan dengan karbohidrat kompleks ketimbang yang sederhana. Tetap makanan bergizi seimbang, lalu (pilih) makanan yang tahan lama dalam menimbulkan rasa lapar, karbohidrat pilih yang kompleks dibanding nasi putih sepertinasi merah dan kentang, tentunya tetap konsumsi sayur dan buah.

Dan jangan lupa, penuhi asupan cairan saat berbuka dan sahur agar tidak alami dehidrasi selama berpuasa. Ada baiknya, kita mulai untuk membiasakan diri memberi asupan air yang cukup agar terhidrasi optimal. Tambahkan satu atau dua gelas dari anjuran umum sehari untuk mencobanya, sehingga akan menurunkan tingkat dehidrasi yang akan dihadapi tubuh saat berpuasa nanti. Dalam sehari, anjuran minum air putih adalah 7-8 gelas.

Ada beberapa cara untuk dapat berbuka dengan aman. Seperti sebagai berikut:

  • Minum air
  • Makanlah dalam porsi kecil
  • Kunyah makanan sampai tuntas setidaknya 30 kali
  • Konsumsilah makanan yang dimasak, dan mudah dicerna, seperti sayuran yang dimasak daripada mentah.

Salah satu ajaran Nabi terkait tata cara berbuka puasa adalah sbb :

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Salah satu sunah Rasulullah SAW adalah menyegerakan berbuka puasa setelah azan magrib berkumandang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ”

Dari Sahl bin Sa’ad ra yang berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Kaum muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Mutafaqun 'alaih)

2. Mengonsumsi Kurma dan Air Putih Saat Berbuka

Berdasarkan hadis Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Beliau berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.”

Dalam hadis tersebut diketahui bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa menggunakan kurma basah (ruthab), apabila tidak ada ruthab maka beliau menyantap kurma kering (tamr), apabila tidak ada tamr maka Rasulullah berbuka dengan seteguk air. Beberapa riwayat menyatakan bahwa Rasulullah mengkonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, yakni 3, 5, dan 7.

Kurma sendiri memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti meningkatkan stamina dan energi serta menyehatkan sistem pencernaan. Sedangkan air putih berguna menangkal racun yang ada di dalam tubuh.

Baca juga : Manfaat Kurma untuk Kesehatan

3. Berdoa Setelah Berbuka Puasa

Setelah berbuka puasa, Rasulullah SAW terbiasa berdoa sambil mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan Rasulullah setelah berbuka sebagai berikut :

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَللهُ يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ.

"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap."

(Visited 17 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *